Jumat, 01 April 2011

Iblis terpaksa bertamu kepada Rasulullah SAW



Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk..? Sebab kalian akan membutuhkanku. "
Rasulullah bersabda:"Tahukah kalian siapa yang memanggil?"

Kami menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih tahu."

Beliau melanjutkan, "Itu Iblis, laknat Allah bersamanya."

Umar bin Khattab berkata: "izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah"

Nabi menahannya: "Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad,... . salam untukmu para hadirin..."

Rasulullah SAW lalu menjawab: Salam hanya milik Allah SWT, sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?"

Iblis menjawab: "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa."

" Siapa yang memaksamu?"

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

"Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin."

oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh."

Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?"

Iblis segera menjawab: "Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah makhkluk Allah yang paling aku benci."

"Siapa selanjutnya?"

"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."

"lalu siapa lagi?"

"Orang Aliim dan wara' (Loyal)"

"Lalu siapa lagi?"

"Orang yang selalu bersuci."

"Siapa lagi?"

"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain."

"Apa tanda kesabarannya?"

"Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar."

" Selanjutnya apa?"

"Orang kaya yang bersyukur."

"Apa tanda kesyukurannya?"

"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya."

"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"

"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."

"Umar bin Khattab?"

"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur."

"Usman bin Affan?"

"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya."

"Ali bin Abi Thalib?"

"Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu. " (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?"

"aku merasa panas dingin dan gemetar."

"Kenapa?"

"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat."

"Jika seorang umatku berpuasa?"

"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka."

"Jika ia berhaji?"

"Aku seperti orang gila."

"Jika ia membaca al-Quran?"

"Aku merasa meleleh laksana timah diatas api."

"Jika ia bersedekah?"

"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."

"Mengapa bisa begitu?"

"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."

"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"

"Suara kuda perang di jalan Allah."

"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"

"Taubat orang yang bertaubat."

"Apa yang dapat membakar hatimu?"

"Istighfar di waktu siang dan malam."

"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"

"Sedekah yang diam - diam."

"Apa yang dapat menusuk matamu?"

"Shalat fajar."

"Apa yang dapat memukul kepalamu?"

"Shalat berjamaah."

"Apa yang paling mengganggumu?"

"Majelis para ulama."

"Bagaimana cara makanmu?"

"Dengan tangan kiri dan jariku."

"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"

"Di bawah kuku manusia."

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : "Siapa temanmu wahai Iblis?"

"Pemakan riba."

"Siapa sahabatmu?"

"Pezina."

"Siapa teman tidurmu?"

"Pemabuk."

"Siapa tamumu?"

"Pencuri."

"Siapa utusanmu?"

"Tukang sihir."

"Apa yang membuatmu gembira?"

"Bersumpah dengan cerai."

"Siapa kekasihmu?"

"Orang yang meninggalkan shalat jumaat"

"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?"

"Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja."

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu."

Iblis segera menimpali:

"Tidak,tidak... tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.

Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas."

"Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?"

"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."

Iblis Dibantu oleh 70.000 anak - anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak - anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta - wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata,"keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur
.
Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar - benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', iapun menoleh. pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'shalatmu tidak sah'

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, 'kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.'

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?"

10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT

"Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?
"

"10 macam"

"apa saja?"

"Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman,

"berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan."
(QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, "Orang -orang boros adalah saudara - saudara syaithan. "
(QS Al-Isra : 27).

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, "silahkan", dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : "wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda."

jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!


Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.


Rasulullah SAW lalu membaca ayat :

"Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud :118 - 119) juga membaca,

"Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:

"Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong."

Sampaikan lah risalah ini kepada saudara2 kita…agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas2 dari Iblis/Syaithan tsb,sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis/Syaithan… Mudah2an dengan demikian kita dapat setidak2nya membuat hidup ini lebih nyaman…dan membuat tempat serta lingkungan kita lebih aman…..!!!!

Spoiler : Milis motivasi-islam

Jumat, 31 Desember 2010

makalah reaksi kimia



MAKALAH REAKSI KIMIA
BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Reaksi kimia adalah suatu proses reaksi antar senyawa kimia yang melibatkan perubahan struktur dan melekul. Dalam suatu reaksi terjadi proses ikatan dimana senyawa pereaksi beraksi menghasilkan senyawa baru (produk). Ciri-ciri reaksi kimia yaitu : terbentuknya endapan, terbentunya gas, terjadi perubahan warna, terjadi perubahan suhu/temperature.

1.2. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan reaksi kimia adalah untuk mengetahui apa itu reaksi kimia dan mengamati terjadinya atau berlansungnya reaksi kimia, dengan melihat perubahan-perubahannya yang berbeda dengan senyawa pereaksinya. Serta menulis beberapa reaksi kimia dan hasil reaksinya.

1.3 Permasalahan
Dalam membuat reaksi kimia, apabila pencampurannya tidak cukup (tidak setara) maka hasil reaksinya tidak terlihat dengan jelas ( tidak nampak perubahan yang terjadi pada reaksi tersebut). Dan dalam percobaan reaksi kimia, yang dibuat hanya mereaksikan dua jenis zat.



1.4. Ruang Lingkup
Percobaan tentang reaksi kimia, dilakukan dilaboratorium MIPA (Biologi,Fisika,dan Kimia), yang berada dibiro lama UNIGHA, jalan rawa,Sigli. Percobaan ini berada pada kondisi ruangan + 25 º C dan tekanan 1 atm.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Ilmu kima yaitu ilmu yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, perubahan materi serta energi yang menyertai perubahan tersebut. Dalam Ilmu kimia, air dan alkohol digolongan senyawa, yaitu perpaduan dari dua jenis zat atau lebih dengan komposisi tertentu. Alkohol dapat terbakar karena karbon, oksigen dan hidrogen didalamnya membentuk ikatan yang kurang stabil dan dapat bergabung atau bereaksi dengan oksigen di udara, membentuk ikatan yang lebih stabil.
Apakah Reaksi kimia itu?
Reaksi kimia adalah suatu proses dimana zat-zat baru yaitu hasil reaksi, terbentuk dari beberapa zat aslinya yang disebut pereaksi. Biasanya suatu reaksi kimia disertai oleh kejadian-kejadian fisis, seperti : perubahan warna, terbentuknya endapan, pelepasan gas dan pelepasan energi serta penyerapan energi.
Jika terjadi reaksi kimia, , dapat diamati 3 macam perubahan, yaitu :
a. perubahan sifat
b. perubahan susunan
c. perubahan energi
Semua perubahan kimia tentu induk pada hukum pelestarian hukum energi dan hukum pelestarian energi massa.
Azas fundamental yang mendasari semua perubahan kimia merupakan daerah kimia teoritis, korelasi antara konsep unsur dan senyawa, dengan hukum terbentuk diatas diperoleh dalam Teori Atom Dalton, teori modern pertama mengenai atom dan molekul sebagai partikel fundamental dari zat-zat yang tumbuh dari teori ini. Hal yang paling penting dari teori atom Dalton yang hingga kini dapat diterima, yaitu ;
1. Atom adalah unit pembangun dari segala macam materi
2. Atom merupakan bagian tekecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat sama dengan unsurnya.
3. Dalam reaksi kimia, atom tidak dimusnahkan ,tidak diciptakan dan tidak dapat diubah menjadi atom unsur lain.
Reaksi kimia hanyalah penataan ulang susunan atom-atom yang terlibat dalam reaksi. Hukum-hukum dasar kimia yaitu :
1. Hukum Lavoisier (Hukum kekekalan massa)
Lavoisier maenyimpulkan hasil penemuannya dalam suatu hukum yang disebut Hukum Kekekalan Massa : “ Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.”
2. Hukum Proust (Hukum Perbandingan Tetap)
Proust menyimpulkan bahwa :” perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap.
3. Hukum Dalton (Hukum Kelipatan Berganda)
Yaitu berkaitan dengan pasangan unsur yang dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa.
Jenis-jenis reaksi kimia,yaitu :
a. Pembakaran
Pembakaran adalah suatu reaksi dimana suatu unsur atau senyawa bergabung dengan oksigen membentuk senyawa yang mengandung oksigen sederhana.

contohnya :
CO2,H2O dan SO2
C3H8 + 5O2 3CO2 + 4H2O
2C6H14O4 + 15O2 12CO2 + 14H2O
b. Penggabungan (Sintetis)
Pengabungan yaitu suatu reaksi dimana sebuah zat yang lebih kompleks terbentuk dari dua atau lebih zat yang lebih sederhana (baik unsur maupun senyawa ). Contohnya :
- 2H2 + O2 2H2O
- CO + 2H2 CH3OH
c. Penguraian
Penguraian yaitu suatu reaksi dimana suatu zat dipecah menjadi zat-zat yang lebih sederhana.
Contohnya : 2 Ag2O 4Ag + O2
d. Penggantian
Penggantian yaitu suatu reaksi kimia dimana sebuah unsur pindahan unsur lain dalam suatu senyawa.
Contohnya : Cu + 2Ag + Cu2+ + 2 Ag
e. Metatesis ( pemindahan tanggal )
Metasis adalah suatu reaksi dimana terjadi pertukaran antara dua reaksi.
Contoh:
AgNO3 + NaCl AgCl + NaNO3


Beberapa contoh reaksi kimia
1. Reaksi yang mengandung endapan
a. PbCr2O + K2(NO3)2 Pb (NO3)2 + K2Cr 3O7
b. PbOH + Na (NO3)2 Pb (NO3)2 + Na OH
Dari reaksi tersebut, keduanya menghasilkan endapan berwarna putih. Hal itu disebabkan karena larutan Pb(NO3)2 yang merupakan endapan larutan ini, karena Pb(NO3)2 mempunyai sifat padat.
2. Reaksi yang menghasilkan perubahan warna
a. K2Cr2O7 + NaOH K2OH + NaCr207
b. K2Cr2O7 + HCl K2Cl + HCr2O7
Pada larutan K2Cr2O7 yang awalnya berwarna orange dan NaOH yang berwarna putih, maka setelah dicampur akan menghasilkan warna kuning. Begitu juga dengan larutan K2Cr204 yang berwarna kuning, setelah dicampurkan dengan HCl berwarna putih akan menghasilkan warna orange.
3. Reaksi yang menghasilkan gas
a. Zn + 2 HCl ZnCl2 + H2
Reaksi yang menghasilkan gas dapat terjadi bila lempengan logam seng (Zn) dicampurkan dengan larutan HCl.
Dari contoh-contoh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa reaksi-reaksi kimia dapat dilihat dari perubahan-perubahan yang terjadi akibat pencampuran dua zat seperti terbentuk endapan, perubahan warna, dan menghasilkan gas.
Cara teringkas untuk memberikan suatu reaksi kimia adalah dengan menulis suatu persamaan kimia berimbang, yang merupakan pernyataan kualitatif maupun kuantitatif pereaksi yang terlibat. Tiap zat diwakili oleh rumus molekulnya. Menyatakan banyaknya atom-atom dari tiap macam dalam satuan zat tersebut. Tiga kelas umum reaksi yang dijumpai dalam reaksi kimia, yaitu :
1. Reaksi kombinasi langsung
2. Reaksi penukargantian sederhana
3. Rekasi penukargantian rangkap
Rekasi kimia mengubah zat-zat asal menjadi zat-zat baru (produk). Perubahan yang terjadi dapat dipaparkan dengan menggunakan rumus kimia zat-zat yang terlibat dalam reaksi tersebut. Cara pemaparan ini disebut persamaan reaksi. Misalnya, reaksi antara gas hydrogen dengan gas oksigen membentuk air, dipaparkan sebagai berikut :
2H2O (g) + O2 (g) 2H2O (l)
Tanda panah menunjukkan arah reaksi, dibaca “bereaksi menjadi”. Huruf kecil dalam kurung menyatakan wujud : g berarti gas, l berarti liquid (cairan), s berarti solid (padat), dan aq berarti aqueus (larutan dalam air).
Bilangan yang mendahului rumus kimia zat dalam persamaan reaksi disebut koefisien reaksi. Pemberian koefisien reaksi sesuai dengan teori atom Dalton, yang menyatakan bahwa dalam reaksi kimia atom-atom tidak dimusnahkan, tidak diciptakan, dan tidak dapat diubah menjadi atom lain, melainkan hanya mengalami perataan ulang. Persamaan rekasi yang sudah diberi koefisien yang sesuai disebut persamaan setara.
Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dalam 3 langkah :
1. Menuliskan persamaan kata-kata yang terdiri dari nama dan keadaan zat-zat perekasi serta nama dan keadaan zat-zat hasil reaksi.
2. Menuliskan persamaan rumus yang terdiri dari rumus kimia zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi, lengkap dengan keterangan wujud/keadaannya.
3. Menyetarakan, yaitu memberikan koefisien yang sesuai sehingga jumlah atom setiap unsur sama pada kedua ruas.

BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN

1. Alat Dan Bahan
a. Alat
 Tabung reaksi

 Rak t
abung
b. Bahan
1. Na2CO3 0,1 N
2. BaCl2 0,1 N
3. Pb(NO3)2 0,1 N
4. Na3PO4 0,1 N
5. HCl 6 N
6. NaOH 6 N
7. NH4OH 6 N
2. Cara Kerja
a. Susun 7 tabung reaksi yang bersih, lalu masing-masing tabung diberi label, yaitu :
1. Tabung 1 : Na2CO3 0,1 N
2. Tabung 2 : BaCl2 0,1 N
3. Tabung 3 : Pb(NO3)2 0,1 N
4. Tabung 4 : Na3PO4 0,1 N
5. Tabung 5 : HCl 6 N
6. Tabung 6 : NaOH 6 N
7. Tabung 7 : NH4OH 6 N
b. Memperhatikan isi tabung reaksi menurut petunjuk berikut dan mencatat perubahan yang terjadi pada setiap reaksi :
1. Mencampurkan ½ dari larutan NaOH ke larutan Pb(NO3)2
2. Mencampurkan ½ dari larutan HCl ke ½ larutan NaCO3
3. Mencampurkan larutan BaCl2 ke larutan Na2CO3
4. Mencampurkan sisa larutan HCl ke ½ larutan NaOH


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
1. NaOH + Pb(NO3)2 Na(NO3)2 + PbOH
Menghasilkan : ½ bening, ½ keruh, tidak ada endapan, mengeluarkan energi standar.
2. 2 HCl + NaCO3 H2CO3 + 2 NaCl
Menghasilkan : endapan, warna menjadi keruh, melepaskan energi standar beserta gas berupa CO.
3. BaCl2 + Na2CO3 BaCO3 + 2 NaCl
Menghasilkan : endapan, warna menjadi keruh, mengeluarkan gas dan sedikit melepaskan energi.
4. HCl + NaOH NaCl + H2O
Menghasilkan : warna bening, tidak terjadi endapan dan terdapat gelembung-gelembung gas.

B. Pembahasan
1. Terjadi endapan apabila larutan Na2CO3 dicampurkan dengan larutan HCl ataupun dengan BaCl2, karena larutan Na2CO3 lah yang merupakan endapan larutan ini.
2. Terjadi perubahan warna apabila larutan Na2CO3 dicampurkan dengan BaCl2 atau dengan larutan HCl, yaitu yang awalnya jernih menjadi keruh.
3. Terjadi gelembung gas apabila larutan HCl direaksikan dengan larutan NaOH karena larutan tersebut menghasilkan H2O yang menyebabkan terjadinya gelembung-gelembung gas.
4. Tidak terjadi endapan apabila NaOH direaksikan dengan HCl ataupun dengan larutan Pb(NO3)2

BAB V
KESIMPULAN

Kesimpulan yang diperoleh dari percobaan reaksi kimia,yaitu :
1. Suatu perubahan kimia ditandai dengan terbentuknya senyawa baru yang berbeda dengan senyawa pereaksinya.
2. Reaksi kimia dikatakan berlangsung apabila salah satu hal teramati diantaranya :
- Reaksi tersebut mengalami perubahan warna
- Ada terbentuk endapan
- Terjadi perubahan suhu atau terbentuk gas
3. Apabila Na2CO3 direaksikan dengan HCl ataupun dengan BaCl2 maka akan terbentuk endapan dan warna larutan tesebut menjadi keruh.
4. Apabila NaOH direaksikan dengan Pb(NO3)2 ataupun dengan HCl maka tidak ada terjadi endapan.

DAFTAR PUSTAKA

Purba, Michael, 2007. Kimia Untuk (SMA kelas X . Jilid 1 . Erlangga , Jakarta
Kimia, safrizal.2010.makalah reaksi kimia (online).http://safrizalkimia.blogspot.com/2010/04/makalah-reaksi-kimia.html

Rabu, 22 Desember 2010

KIMIA KOLOID : SIFAT FISIKOKIMIA KOLOID LAHAN GAMBUT


ABSTRAK

Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari sifat-sifat fisika dan kimia dari koloid dan sistem koloid lahan gambut. Karena kebanyakan zat dapat berada dalam keadaan koloid, semua cabang ilmu kimia berkepentingan dengan kimia koloid dalam satu atau lain cara. Semua jaringan hidup bersifat koloidal. Banyak reaksi kimia yang kompleks yang perlu untuk kehidupan, harus ditafsirkan secara kimia koloid. Dalam industri, ilmu koloid penting dalam industri cat, keramik, plastik, tekstil, kertas dan film foto, lem, tinta, semen, karet, kulit, bumbu selada, mentega, keju, dan lain sebagainya.

Ada dua macam pengamatan dalam percobaan ini, yaitu dengan koloid artifisial dan koloid natural. Prosedur kedua pengamatan masing-masing sama, yang beda hanyalah bahan yang digunakan. Pada koloid artifisial, bahan yang digunakan adalah serbuk tanah gambut yang kemudian dilarutkan, sedangkan pada koloid natural, bahan yang digunakan adalah air gambut. Lalu keduanya diukur pH-nya dan diturunkan sampai 2 satuan hingga menjadi asam. Pengamatan dilakukan dengan menyinari larutan induk (tanah dan air gambut) dengan senter dan mengamati perbedaan yang terjadi. Langkah yang sama dilakukan tapi dengan menambahkan kanji 5%. Larutan induk juga ditambahkan dengan tawas dan ada juga dengan melakukan sentrifuge pada larutan.

Hasil yang didapat dari percobaan ini adalah terdapatnya sifat fisika dan kimia koloid, yaitu  adanya efek Tyndall, terjadinya koagulasi dan gerak Brown, serta pH larutan yang menjadi asam. Penambahan kanji 5% menyebabkan terjadinya koagulasi atau penggumpalan partikel-partikel koloid. Pada penambahan tawas, larutan menjadi jernih daripada larutan induk sebelumnya. Begitu juga pada perlakuan sentrifuge yang membuat larutan menjadi bersih dan bening yang sebelumnya kotor dan buram serta berwarna coklat.



Kata kunci : koloid, efek Tyndall, gerak Brown, koagulasi, sentrifuge


5.1                   Pendahuluan

5.1.1             Tujuan

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari sifat-sifat fisik dan kimia dari koloid dan sistem koloid lahan gambut.



5.1.2             Latar Belakang

Campuran dari gula-air, pasir-air, susu bubuk-air akan membentuk suatu disperse, yaitu penyebaran merata dua fase. Kedua fase tersebut terdiri atas fase zat yang didispersikan dan fase pendispersi. Fase zat yang didispersikan dikenal juga dengan istilah fase terdispersi atau fase dalam. Adapun fase pendispersi dikenal dengan istilah medium pendispersi atau fase luar. Pada umumnya, fase terdispersi memiliki jumlah molekul yang lebih kecil dibandingkan fase pendispersi.

Karena kebanyakan zat dapat berada dalam keadaan koloid, semua cabang ilmu kimia berkepentingan dengan kimia koloid dalam satu atau lain cara. Semua jaringan hidup bersifat koloidal. Banyak reaksi kimia yang kompleks yang perlu untuk kehidupan, harus ditafsirkan secara kimia koloid. Dalam industri, ilmu koloid penting dalam industri cat, keramik, plastik, tekstil, kertas dan film foto, lem, tinta, semen, karet, kulit, bumbu selada, mentega, keju, dan lain sebagainya.


    Dasar Teori
Keadaan koloid merupakan keadaaan antara suatu larutan dan suatu suspensi. Bila suatu bahan berada dalam keadaan subdivisi ini, bahan itu memperagakan sifat-sifat yang menarik dan penting yang tidak merupakan ciri dari bahan dalam agregat yang lebih besar (Keenan, 1984: 455).
Untuk memudahkan pembahasan sistem dispersi koloid, digunakan fase terdispersi berupa padatan dan fase pendispersi yang umum, yaitu air. Ukuran partikel zat terdispersi dalam koloid lebih besar daripada ukuran partikel di dalam larutan, tetapi lebih kecil daripada ukuran partikel zat yang terdispersi di dalam suspensi. Partikel zat terdispersi berukuran antara 10-7 cm sampai dengan 10-5 cm (1 nm – 100 nm) (Sutresna, 2007: 293).
Koloid seperti pada larutan kopi dan pada perairan rawa/gambut, bila dibiarkan dalam waktu yang lama, tidak akan terjadi proses pemisahan ataupun pengendapan. Bahkan dengan proses penyaringan/filtrasi, terkecuali dengan proses membran koloid sukar berdifusi karena ukuran partikelnya yang relatif besar. Larutan koloid biasanya keruh dan menyerakkan/memendarkan sinar yang mengenai larutan tersebut. Partikel-partikel koloid mempunyai luas permukaan yang sangat besar bila dibandingkan dengan partikel dari larutan kasar dengan massa yang sama. Atas dasar ini larutan koloid mempunyai daya adsorpsi yang besar. Partikel-partikel koloid mempunyai muatan listrik akibat penyerapan ion-ion dalam larutan. Muatan partikel ini dapat positif atau negatif (Team Dosen Teknik Kimia, 2009: 47).
Dalam analisis kualitatif, kadang-kadang terjadi, bahwa suatu zat tak muncul sebagai endapan ketika pereaksi-pereaksi terdapat dalam konsentrasi sedemikian, sehingga hasil kali kelarutan zat itu telah jauh dilampaui, dan telah diambil tindakan-tindakan untuk mencegah terjadinya keadaan lewat-jenuh dari larutan tersebut. Begitulah, bila hidrogen sulfida dialirkan melalui larutan arsenik (III) oksida yang telah didinginkan, tak ada endapan yang dapat dibedakan bila kita memandang melalui campuran yang dihasilkan. Tetapi, larutan itu mendapat warna yang kuning tua, dan bila dipandang dengan cahaya terpantul, akan nampak adanya kabut (opalesens). Jika suatu berkas cahaya yang kuat dilewatkan pada larutan dan larutan ini diamati dengan mikroskop yang tegak lurus terhadap cahaya masuk, akan terlihat pembauran cahaya (titik-titik terang dengan latar belakang gelap). Pembauran cahaya ini ternyata disebabkan oleh terpantulnya cahaya oleh partikel-partikel yang tersuspensi dalam larutan (G. Svehla, 1985: 91).
Keadaan koloid bahan ditandai oleh ukuran-ukuran partikelnya yang terletak dalam daerah tertentu, yang mengakibatkan sifat-sifat khas tertentu dapat terlihat. Sifat-sifat koloid umumnya diperlihatkan oleh zat-zat yang ukuran-ukuran partikelnya terletak dalam batas antara 0,2 µm dan 5 nm (2×10-7 dan 5×10-9 m). Kertas saring biasa akan menahan partikel-partikel sampai diameter 10-20 µm (1-2×10-5 m), sehingga larutan koloid sama seperti larutan sejati, akan lolos melalui kertas saring biasa (ukuran ion adalah pada tingkat (order) 0,1 nm = 10-10 m). Batas penglihatan dibawah mikroskop adalah sekitar 5-10 nm (5-10× 10-9 m). Karena itu larutan koloid bukanlah larutan sejati. Penelitian yang lebih seksama menunjukkan bahwa larutan ini tak homogen, tetapi terdiri dari suspensi partikel-partikel padat atau cairan dalam suatu cairan. Campuran semacam ini dikenal sebagai sistem dispersi, cairannya (biasanya air dalam analisis kualitatif) disebut madium dispersi dan koloidnya disebut fase dispersi (G. Svehla, 1985: 92).
Keadaan koloid bukanlah suatu ciri dari zat tertentu apapun; praktis semua zat, apakah dalam keadaan normal berbentuk gas, cairan ataupun zat padat, dapat dijadikan koloid. Ada tiga bentuk yang diidealkan (dari) materi koloid, yaitu laminar, fibrilar dan korpuskular. Untuk materi dalam bentuk butiran, diameter menunjukkan ukuran partikel. Untuk partikel laminar (lembaran) dan fibrilar (serat), panjang, lebar dan tebal, semuanya diperlukan untuk menyatakan ukuran partikel. Tetapi hanya satu dari dimensi-dimensi ini diperlukan berada dalam jangka koloid agar bahan itu dikelompokkan sebagai koloid. Misalnya, sabun dalam suatu gelembung sabun dikelompokkan sebagai koloid, karena tebal lapisan sabunnya hanya beberapa molekul (Keenan, 1984: 456).
Ditinjau dari jenis partikelnya, ada tiga jenis koloid, yaitu :
    Dispersi koloid, terdiri atas zat-zat yang tidak larut dengan partikel-partikel yang terdiri dari gabungan banyak molekul. Misalnya dispersi koloid Au dengan jutaan atom emas, As2S3, koloid belerang dengan ribuan molekul S8 dan minyak dalam air.
    Larutan makromolekul, berupa larutan dari zat-zat dengan bentuk molekul yang besar hingga mempunyai ukuran kolid. Misalnya protein, hemoglobin, polivinil alkohol, polimer-polimer dalam pelarut organik atau larutan karet.
    Asosiasi koloid, terdiri atas larutan zat-zat yang larut dengan berat molekul rendah tetapi membentuk agregat-agregat. Misalnya larutan sabun.
(Team Dosen Teknik Kimia, 2009: 47-48)
Dalam campuran homogen dan stabil yang disebut larutan, molekul, atom maupun ion disebarkan dalam suatu zat kedua. Dengan cara yang agak mirip, materi koloid dapat dihamburkan atau disebarkan dalam suatu medium sinambung, sehingga dihasilkan suatu dispersi (sebaran) koloid atau sistem koloid. Dalam sistem-sistem semacam itu, partikel koloid dirujuk sebagai zat terdispersi (tersebarkan) dan materi kontinu dalam mana partikel itu tersebar disebut zat pendispersi atau medium pendispersi (Keenan, 1984: 457).
disebut sistem dispersi. Dispersi koloid bersifat heterogen, terdiri atas fase terdispersi dan fase pendispersinya. Baik fase terdispersi maupun fase pendispersinya dapat berupa zat padat, cair, dan gas. Dari beberapa jenis sistem dispersi, ada tiga bentuk yang penting yaitu bentuk sol, emulsi, dan gel (Team Dosen Teknik Kimia, 2009: 48).
Sifat-sifat yang dimiliki sistem koloid adalah sebagai berikut: (Sutresna, 2007: 299 - 307)
1.    Efek Tyndall
Jika cahaya dilewatkan ke dalam sistem koloid, cahaya yang melewati sistem koloid tersebut terlihat lebih terang. Cahaya yang terlihat lebih terang ini disebabkan oleh terjadinya efek Tyndall. Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Partikel koloid akan memantulkan dan menghamburkan cahaya yang mengenainya sehingga cahaya akan terlihat lebih terang. Jika kemudian cahaya ini ditangkap layar, cahaya pada layar tersebut tampak buram.
2.    Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak tidak beraturan, gerak acak atau gerak zig-zag partikel koloid. Gerak Brown terjadi karena benturan tidak teratur partikel koloid dan medium pendispersi. Benturan tersebut mengakibatkan partikel koloid bergetar dengan arah yang tidak beraturan dan jarak yang pendek.
3.    Adsorpsi
Partikel koloid mampu menyerap molekul netral atau ion-ion pada permukaannya. Jika partikel koloid menyerap ion bermuatan, kemudian ion-ion tersebut menempel pada permukaannya, partikel koloid tersebut menjadi bermuatan. Penyerapan yang hanya terjadi di permukaan saja disebut adsorpsi atau penyerapan, sedangkan penyerapan yang terjadi di seluruh bagian disebut absorpsi.
4.    Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid yang terjadi karena kerusakan stabilitas sistem koloid atau karena penggabungan partikel koloid yang berbeda muatan sehingga membentuk partikel yang lebih besar. Koagulasi dapat terjadi karena pengaruh pemanasan, pendinginan, penambahan elektrolit, pembusukan, pencampuran koloid yang berbeda muatan, atau karena elektroforesis.
5.    Koloid liofil dan koloid liofob
Pada sol yang bersifat liofil, zat terdispersi ddapat menarik atau mengikat medium pendispersi. Pada sol yang bersifat liofob, zat terdispersi tidak dapat mengikat medium pendispersinya (air). Pada koloid liofil, pengikatan medium pendispersi disebabkan oleh gaya tarik-menarik (berupa gaya elektrostatik) pada setiap ujung gugus molekul terdispersi. Pada koloid liofob, jumlah medium pendispersi harus tertentu (terbatas).
6.    Koloid pelindung
Koloid pelindung adalah suatu sistem koloid yang ditambahkan pada sistem koloid lainnya agar diperoleh koloid yang stabil.
7.    Dialisis
Dialisis adalah proses penyaringan partikel koloid dari ion-ion yang teradsorbsi sehingga ion-ion tersebut dapat dihilangkan dan zat terdispersi terbebas dari ion-ion yang tidak diinginkan.
8.    Sistem koloid dalam pengolahan air
Air sungai merupakan koloid yang terbentuk dari tanah liat yang terdispersi di dalam air. Pengolahan air sungai menjadi air bersih dapat dilakukan melalui tahap-tahap penggumpalan pengotor (koagulasi), penyaringan pengotor, penyerapan bau dan zat kimia (adsorpsi), dan pembasmian kuman (desinfeksi).
Cara menstabilkan koloid adalah sebagai berikut:
1.    Menambahkan ion
Pada umumnya koloid padat (sol) dapat menyerap ion sehingga akan bermuatan listrik. Partikel koloid yang bermuatan akan tolak-menolak sesamanya. Akibatnya, koloid akan stabil dan tidak terkoagulasi. Contohnya koloid Fe2O3. x H2O dapat distabilkan dengan ion Fe 3+, karena menyerap ion tersebut.
2.    Dialisis
Koloid bermuatan akan stabil karena tolak-menolak antar partikel. Koloid jenis ini akan terkoagulasi jika dalam sistem terdapat ion yang muatannya berlawanan dengan muatan koloid, karena partikel koloid menjadi netral. Koagulasi ini dapat dicegah dengan mengeluarkan ion tersebut secara dialisis.
3.    Menambah emulgator
Koloid dalam bentuk emulsi (tetesan cairan dalam medium cairan lain) dapat distabilkan dengan menambah zat lain yang disebut emulgator.
(Syukri. S, 1999: 462-463)

5.3    Metodologi
5.3.1    Alat
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah beaker gelas (500 mL dan 200 mL), pengaduk gelas, senter baterai, kertas lakmus, pipet tetes, gelas ukur, gelas arloji, tabung centrifuge, sentrifuge, neraca analitik.



5.3.2    Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah tanah gambut, akuades, HCl 6 M, tawas, kanji 5%, air gambut/air rawa.

5.3.3    Prosedur Kerja
5.3.3.1    Koloid Artifisial (buatan)
1.    Membuat larutan koloid dengan cara: mengambil 15 gram serbuk tanah gambut, kemudian memasukkan ke dalam beaker gelas 500 mL dan menambahkan 500 mL akuades, mengaduk hingga membentuk larutan.
2.    Memisahkan antara bagian koloid dan endapan dengan cara mendekantir, lalu memasukkan ke dalam beaker gelas 500 mL. Larutan ini sebagai larutan induk.
3.    Mengambil larutan pada langkah (2) 200 mL lalu memasukkan ke dalam beaker gelas 200 mL.
4.    Melakukan penyinaran dengan senter baterai pada larutan koloid tersebut. Mengamati jalannya sinar, apakah meneruskan sinar, menyerap sebagian atau menyerap semuanya.
5.    Mengukur pH larutan pada langkah (3), kemudian menurunkan pH-nya sebanyak 2 satuan, dengan cara menambahkan HCl pekat 6 M tetes demi tetes. Mengamati perubahan yang terjadi.
6.    Mengambil 100 mL larutan induk, memasukkan ke dalam beaker gelas 200 mL lalu menambahkan 5 gram tawas, lalu mengaduk merata. Membiarkan selama 20 menit. Mengamati perubahan yang terjadi.
7.    Mengulangi langkah (4), tetapi menambahkan 15 mL kanji 5%.
8.    Mengambil dua tabung centrifuge, mengisi masing-masing dengan larutan koloid hingga setengahnya. Melakukan sentrifuge pada 2000 rpm selama 15 menit. Mengamati perubahan yang terjadi.

5.3.3.2    Koloid Natural (alami)
1.    Mengambil 500 mL air gambut/air rawa yang berwarna coklat atau keruh. Larutan ini sebagai larutan induk.
2.    Melakukan hal yang sama pada larutan ini, seperti pada bagian 3.3.1 langkah 2-8.
5.4.2.1    Koloid Artifisial (buatan)
Pada percobaan 5.4.1.1 pada Tabel 5.4.1.1 dapat disimpulkan bahwa tanah gambut yang dicampur dengan akuades menghasilkan larutan induk setelah didekantir. Ketike dilakukan penyinaran, terlihat bahwa cahaya diserap sebagian. Ini membuktikan adanya efek Tyndall pada larutan induk. Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Partikel koloid dari larutan induk akan memantulkan dan menghamburkan cahaya yang mengenainya sehingga cahaya akan terlihat lebih terang. Setelah cahaya ini ditangkap layar, cahaya pada layar akan tampak buram. Efek Tyndall digunakan untuk memperbedakan dispersi koloid dan suatu larutan biasa, karena atom, molekul kecil, ataupun ion yang berada dalam suatu larutan tidak menghamburkan cahaya secara jelas. Penghamburan cahaya pada larutan induk menjelaskan buramnya dispersi koloid.
Larutan induk diukur pH-nya dan terlihat bahwa anka pH yang ditunjukkan berubah-ubah. Hal ini disebabkan karena sebagian partikel yang bebas dalam mediumnya. Partikel koloid selalu bergerak ke segala arah. Sesuai dengan teori yang menyatakan terjadinya gerak Brown. pH yang didapat adalah 6. pH diturunkan hingga 2 satuan sehingga pH-nya menjadi 4 dengan ditetesi HCl 6 M sebanyak 5 tetes. Penurunan pH terjadi karena larutan koloid tersebut menyerap ion-ion H+ yang berasal dari larutan HCl. Penambahan HCl 6 M digunakan untuk membuat larutan induk menjadi asam yang sebelumnya hampir netral.
Efek Tyndall juga terjadi pada penambahan kanji 5%. Cahaya yang diserap keseluruhan menjelaskan bahwa partikel koloid yang ada pada larutan memantulkan dan menghamburkan seluruh cahaya yang mengenainya, sehingga cahaya terlihat lebih terang.
Pada penambahan tawas, larutan yang setelah didiamkan selama 20 menit menjadi lebih jernih daripada larutan induk. Karena pada dasarnya larutan induk (larutan koloid) keruh dan memendarkan sinar yang mengenainya. Partikel-partikel koloid mempunyai luas permukaan yang sangat besar bila dibandingkan dengan partikel dari larutan kasar yang massanya sama. Atas dasar ini larutan koloid mempunyai daya adsorbsi yang besar. Partikel koloid larutan induk mampu menyerap molekul netral atau ion-ion pada permukaannya yang menyebabkan partikel koloid menjadi bermuatan. Muatan dalam partikel koloid bukan disebabkan oleh ionisasi partikel seperti pada larutan, melainkan disebabkan oleh adanya ion lain yang diadsorpsi. Pada larutan induk dari tanah gambut, tanah yang terdispersi dapat diendapkan dengan penambahan tawas yang dapat membentuk koloid Al(OH)3. Koloid Al(OH)3 mengadsorpsi pengotor di dalam larutan induk, menggumpalkan, dan mengendapkannya sehingga larutan menjadi jernih. Al(OH)3 dapat melepaskan ion positif Al3+ dalam air dan akan menetralkan ion-ion negatif koloid dalam larutan sehingga penyerapan terhadap ion Al3+ mengakibatkan terjadinya koagulasi (penggumpalan) partikel koloid yang sudah tidak stabil, hingga mengendap. Reaksi yang terjadi adalah:
Al2(SO4)3   +   6 H2O             2Al(OH)3   +   3H2SO4
Pada langkah memasukkan ke dalam sentrifuge, setelah dikeluarkan terdapat endapan di dasar tabung dan larutan menjadi bening. Sentrifuge adalah alat yang melakukan pemisahan berdasarkan gravitasi, memanfaatkan gaya sentrifugal dimana analit dalam sampel dapat dipisahkan dengan gaya gravitasi yang menarik endapan ke dasar tabung. Sentrifuge mampu membuang warna dan bau pada larutan induk. Selain itu dapat menyingkirkan partikel-partikel pencemar sehingga larutan menjadi bening.

5.4.2.2    Koloid Natural (alami)
Melalui percobaan 5.4.1.2 pada Tabel 5.4.1.2 diketahui bahwa air gambut yang disinari dengan senter terlihat bahwa cahaya diteruskan seluruhnya. Partikel koloid pada larutan (air gambut) besar dan mengakibatkan cahaya diteruskan. Sama seperti tanah gambut yang juga menunjukkan efek Tyndall. pH larutan pada air gambut (larutan induk) adalah 6. pH diturunkan hingga 2 satuan dan menjadi 4 dengan penambahan HCl 6 M sebanyak 2 tetes. Sama halnya seperti tanah gambut, penambahan HCl 6 M digunakan untuk membuat air gambut menjadi lebih asam dari sebelumnya.
Sama seperti tanah gambut yang juga menunjukkan efek Tyndall. Pada penambahan kanji 5%, cahaya diserap keseluruhan (menyebar). Partikel-pertikel koloid dalam air gambut menyebar dan menghamburkan seluruh cahaya yang mengenainya, sehingga cahaya terlihat lebih terang.
Air gambut yang sudah ditambahkan dengan tawas dan didiamkan selama 20 menit menjadi lebih jernih daripada larutan induk (larutan air gambut sebelum ditambah tawas). Seperti pada larutan tanah gambut, larutan induk keruh dan memendarkan sinar yang mengenainya. Tapi setelah ditambahkan tawas, larutan menjadi jernih dan membentuk koloid Al(OH)3 yang mengadsorpsi pengotor di dalam air gambut, menggumpalkan, dan mengendapkannya dengan persamaan reaksi:
Al2(SO4)3   +   6 H2O             2Al(OH)3   +   3H2SO4
Air gambut yang ada di dalam tabung centrifuge dimasukkan ke dalam sentrifuge, setelah dikeluarkan larutan menjadi jernih (bening) dan terdapat sedikit endapan. Warna dan bau dari air gambut menjadi hilang, karena partikel-partikel pengotor dalam air gambut disingkirkan.

5.5    Penutup
5.5.1    Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
1.    Keadaan koloid merupakan keadaan antara suatu larutan dan suatu suspensi.
2.    Sifat-sifat dari koloid adlah efek Tyndall, gerak Brown, adsorpsi, koagulasi, koloid liofil dan koloid liofob, koloid pelindung, dialisis, dan absorbsi.
3.    Percobaan penyinaran dilakukan untuk mengetahui adanya efek Tyndall (penghamburan cahaya).
4.    Penambahan HCl 6 M dilakukan untuk membuat larutan induk menjadi asam.
5.    Penambahan tawas digunakan untuk membuat larutan manjadi jernih.
6.    Penambahan kanji 5% menunjukkan cahaya pada larutan induk diserap keseluruhan.
7.    Sentrifuge membuat larutan menjadi bening dan terbentuk endapan dan dapat menyingkirkan warna dan bau serta partikel-partikel pengotor pada larutan induk.
8.    Penstabilan koloid dilakukan dengan cara menambahkan ion, dialisis, dan menambahkan emulgator.

5.5.2    Saran
Dalam percobaan praktikan diharapkan untuk lebih teliti dalam mengamati hasil. Praktikan harus memahami prosedur-prosedur kerja dalam praktikum sehingga percobaan menjadi lebih efektif dan efisien serta hasil yang didapat akan memuaskan dan sesuai dengan teori.

DAFTAR PUSTAKA
diakses pada tanggal 18 des 2010

Keenan, 1984, Kimia untuk Universitas, Jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Rohman, Taufiqur dan Suhartono, Eko, 2001, Penuntun Praktikum Kimia Dasar II, Program Studi Kimia, FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

Sutresna, Nana, 2007, Cerdas Belajar Kimia untuk Kelas XI SMA/MA Program IPA, Grafindo Media Pratama, Bandung.

Svehla, G, 1985, Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro, PT. Kalman Media Pustaka, Jakarta.

Syukri, S, 1999, Kimia Dasar, Jilid 2, ITB, Bandung.

Team Dosen Teknik Kimia, 2009, Penuntun Praktikum Kimia Dasar, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

LAMPIRAN
Tugas:
1.    Apa yang dimaksud dengan koloid?
Jawab:
Koloid merupakan sistem yang terdiri dari dua komponen atau lebih yang bukan homogen (larutan), tetapi juga tidak heterogen (campuran) melainkan di antara homogen dan heterogen.

2.    Sebutkan beberapa jenis koloid beserta contohnya!
Jawab:
a. Dispersi koloid, terdiri atas zat-zat yang tidak larut dengan partikel-partikel yang terdiri dari gabungan banyak molekul. Misalnya dispersi koloid Au dengan jutaan atom emas, As2S3, koloid belerang dengan ribuan molekul S8 dan minyak dalam air.
b. Larutan makromolekul, berupa larutan dari zat-zat dengan bentuk molekul yang besar hingga mempunyai ukuran kolid. Misalnya protein, hemoglobin, polivinil alkohol, polimer-polimer dalam pelarut organik atau larutan karet.
c. Asosiasi koloid, terdiri atas larutan zat-zat yang larut dengan berat molekul rendah tetapi membentuk agregat-agregat. Misalnya larutan sabun.

3.    Sebutkan fase pendispersi dan fase terdispersi dari sol dan emulsi!
Jawab:
Nama tipe    Fase pendispersi    Fase terdispersi
Sol    Cairan
Padat
Gas    Padat
Emulsi    Cairan    Cairan
Padat


4.    Jelaskan manfaat penambahan tawas pada percobaan di atas.
Jawab:
Larutan koloid biasanya keruh dan berwarna coklat serta memendarkan/menyerakkan sinar yang mengenai larutan. Untuk itu digunakan tawas untuk menjernihkan larutan tersebut.

5.    Terangkan 3 cara menstabilkan koloid.
Jawab:
a.  Menambahkan ion
Pada umumnya koloid padat (sol) dapat menyerap ion sehingga akan bermuatan listrik. Partikel koloid yang bermuatan akan tolak-menolak sesamanya. Akibatnya, koloid akan stabil dan tidak terkoagulasi. Contohnya koloid Fe2O3. x H2O dapat distabilkan dengan ion Fe 3+, karena menyerap ion tersebut.
b. Dialisis
Koloid bermuatan akan stabil karena tolak-menolak antar partikel. Koloid jenis ini akan terkoagulasi jika dalam sistem terdapat ion yang muatannya berlawanan dengan muatan koloid, karena partikel koloid menjadi netral. Koagulasi ini dapat dicegah dengan mengeluarkan ion tersebut secara dialisis.
c. Menambah emulgator
Koloid dalam bentuk emulsi (tetesan cairan dalam medium cairan lain) dapat distabilkan dengan menambah zat lain yang disebut emulgator.
 
♥ Rachmawaty ♥ Blogger Template by Ipietoon Blogger Template