Senin, 08 Agustus 2011

♥ Jodoh Tak Hanya Ditunggu ♥



 Siapa yang tak ingin cepat dapat jodoh? Tampaknya kok pengen semua. Tapi realitanya, banyak juga pemuda atau pemudi yang telat nikah. Apa usaha yang perlu dilakukan agar jodoh segera datang?
Jodoh memang takdir Allah Subhanahu wa Ta’aala  sebagaimana rezeki manusia. Meski telah ditakdirkan oleh Allah, bukan berarti kita hanya pantas duduk termenung tanpa usaha. Merindukan bulan jatuh atau durian runtuh. Setiap manusia tetap dituntut untuk berusaha dan melakukan sebab-sebab untuk memudahkan perjodohan. Nah, apa saja ya?

Berdoa
 Mulailah segala usaha ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala. Karena Allah Subhanahu wa Ta’aala berfirman,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِي إِذَا دَعَانِي فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaknya mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah : 186)
Di samping itu, memohon pasangan hidup dan keturunan yang baik merupakan aktivitas yang dilakukan oleh para hamba Allah yang shalih,
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Dan orang-orang yang berkata: Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Furqan : 74)
Sebagaimana doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakariyya,
وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لاَ تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Dan (ingatlah kisah) Zakariya, tatkala ia menyeru Rabbnya, ya Rabbku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.” (QS. Al-Ahzab : 89)
Segala sesuatu yang sulit akan menjadi mudah karena pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’aala. Termasuk juga masalah jodoh. Maka mintalah kepadanya dengan penuh keikhlasan dan memenuhi syarat-syarat dikabulkannya doa. Mohonlah kepada Alloh pendamping yang shalih shalihah, menentramkan hati dan selalu mengajak taqwa.

Menawarkan diri
Sebenarnya dalam masalah pernikahan seorang wanita, orang tua (wali) lah yang bertanggungjawab. Dia lah yang semestinya bertindak dan mengusahakan jodoh bagi anak perempuannya. Ada sebuah hadits yang berkenaan dengan persoalan ini, yaitu berkaitan dengan ummul mukminin Hafshah bintu Umar bin al Khattab. Setelah suami Hafshah meninggal maka kemudian Umar menawarkan anak putrinya tersebut kepada Utsman bin Affan. Utsman pun mempertimbangkan selama satu malam dan akhirya dia menolak tawaran Umar tersebut. Selanjutnya Umar menawarkan kepada Abu Bakar, dan dia hanya diam tidak menerima atau menolak. Umar sampai kecewa dengan sikap Abu Bakar tersebut, namun keesokan harinya, Rasululloh datang melamar Hafshah.
Dari kisah ini bisa diketahui bahwa orang tualah yang proaktif dalam mengusahakan jodoh bagi anak wanitanya. Meskipun demikian, mereka tidak diperbolehkan memaksa anak wanitanya untuk menikah dengan orang yang tidak disukainya.
Sebagaimana yang terjadi pada seorang shahabat wanita yang bernama Khansa bintu Khidam. Dia mengatakan, sesungguhnya ayahku telah menikahkanku dengan keponakannya, sedangkan aku tidak menyukainya. Lalu aku melaporkan hal itu kepada Rasullulloh dan beliau bersabda, “ Terimalah apa yang dilakukan oleh ayahmu.” maka aku berkata, tetapi aku sama sekali tidak menyukai apa yang diperbuat oleh ayahku. Lalu Rasululloh bersabda, “Pulanglah, dan ia tidak berhak menikahkan, menikahlah dengan laki-laki yang kau kehendaki.” kemudian aku berkata, akhirnya aku menerima apa yang diperbuat ayahku, tetapi aku ingin supaya semua mengetahui bahwa tidak ada hak bagi orang tua untuk memaksakan pernikahan putrinya.
Tampaknya orang tua zaman sekarang banyak menyerahkan masalah mencari jodoh secara bulat-bulat kepada anaknya. Terakhir setelah anaknya dapat calon barulah orang tua yang menjadi pengambil keputusan, apakah calon tersebut diterima atau tidak.
Dengan kondisi semacam ini, memang akhirnya wanita tertuntut untuk proaktif. Bukan berarti mengobral diri, mengungkap cinta atau berpacaran namun berusaha mengetahui manakah pria yang shalih, yang baik akhlaknya maupun agamanya. Setelah menemukan ia bisa meminta kepada wali (orang tua) atau yang lain untuk menanyakan laki-laki tersebut. Tampaknya agak aneh, namun hal ini tidak tercela.
Berbeda dengan wanita, kaum laki-laki lebih leluasa dalam mengusahakan jodohnya. Ketika ia tertarik dengan seorang wanita maka ia bisa memulai untuk proses pernikahan. Ia bisa secara langsung atau tidak langsung melamar orang yang disukainya.

Memperluas pergaulan
Memperluas pergaulan yang dimaksud tentunya pergaulan yang baik. Wanita berteman dengan para wanita muslimah yang shaliha. Pria berteman dengan para lelaki yang shalih. Apakah teman-teman yang masih sama-sama lajang, maupun yang telah berkeluarga. Pergaulan dengan teman-teman shalih ini seringkali menjadi sarana perjodohan yang aman, disamping gratis. Percomblangan atau biro jodoh tak resmi, mungkin demikian istilahnya. Percomblangan seperti ini tampaknya relatif lebih aman dibandingkan biro jodoh resmi yang sementara ini ada. Wallahu a’lam,
jika ada biro jodoh islami yang lebih syar’i dan menjamin keamanan bagi klien. Namun, yang harus dihindari adalah berusaha mencari jodoh lewat biro-biro jodoh yang difasilitasi oleh orang-orang yang tak kenal dengan syari’at Islam, terlebih orang-orang non-muslim. Kembali ke masalah awal, memperluas pergaulan merupakan salah satu sarana mempermudah kedatangan pasangan hidup yang dinantikan. Siapa orang yang tak ingin saudara atau temannya mendapatkan kesenangan. Karenanya, sering kali terjadi teman-teman dekat kita berinisiatif untuk mencarikan jodoh walaupun kita tak memintanya. Tentu hal ini keuntungan besar bagi kita.

Menurunkan idealisme
Idealis, boleh-boleh saja. Ingin suami atau istri yang serba sempurna, baik dalam penampilan fisik maupun non fisik. Tak salah memang. Namun, meski begitu hendaknya setiap orang mengukur modal dirinya dan tak menutup mata dari realita. Artinya, jika kita sendiri tak sebaik Fatimah radhiyallohu ‘anhu maka ukurlah diri dari mendamba suami seperti Ali bin Abi Thalib. Yang terpenting, harapkanlah jodoh yang sebagaimana yang dituntunkan oleh syari’at Islam. Seorang wanita hendaknya mencari jodoh yang baik akhlak dan agamanya. Sedangkan laki-laki pilihlah wanita yang shalihah, subur dan penyayang. Kita akan lebih bersyukur kepada Alloh jika kita mendapatkan poin lebih dari itu semua.

Menyiapkan diri lebih awal
Banyak pemuda yang sudah siap untuk nikah namun terhalang karena belum mampu untuk mencari penghasilan. “Masih minta ortu kang.” Hal ini memang tantangan yang kudu dipatahkan. Tak bisa dipungkiri bahwa seorang laki-laki dituntut untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Dari sini, hendaknya para pemuda berusaha bersiap sedini mungkin untuk mendapatkan penghasilan sendiri. Berusahalah untuk melepaskan dari tergantung pada orang tua lebih awal. Entah dengan melakukan usaha bersama teman-teman atau berusaha sendiri secara kecil-kecilan. Namun demikian, kita tak perlu terlalu berlebihan dalam masalah materi ini sehingga mengakibatkan, tertundanya pernikahan. Sebagian orang kadang berusaha untuk siap secara materi terlebih dahulu sebelum pernikahan namun yang terjadi malah mengundur-undur pernikahan.
Tak usah demikian, persiapkanlah materi secara wajar tak usah berlebih-lebihan.
Tak hanya masalah finansial saja yang perlu dipersiapkan lebih awal. Persiapan mental juga tak kalah penting dari masalah finansial. Sikap kekanak-kanakan, kolokan, manja, malas dan berbagai akhlak buruk lain mestinya mulai disingkirkan dari awal. Berbagai persoalan rumah tangga yang pelik tak bisa dituntaskan dengan sikap keakanakan, kolokan, manja apalagi kemalasan. Terlebih seorang suami yang menjadi pemimpin dalam rumah tangga.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Seorang suami adalah pemimpin di rumahnya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepimpinannya.” (Muttafaq ‘alaih)
Tak mungkin sebuah rumah tangga akan tegak tanpa meninggalkan berbagai sifat buruk tersebut. Karenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengajarkan sebuah doa, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari kelemahan, malas, pengecut, pikun dan kebakhilan.” (Muttafaq ‘alaih)

Studi, karier dengan pernikahan
Tak usah dibenturkan antara studi dan karier dengan pernikahan, karena memang keduanya tidak berbenturan. Sebaliknya, pernikahan bahkan terbukti mencetak pribadi yang utuh dan matang. Artinya, kita akan lebih merasa bertanggung jawab dalam segala urusan setelah kita menikah. Bila demikian, orang yang menikah akan lebih tenang dan konsentrasi dalam menjalankan studi dan meniti karirnya daripada orang yang belum menikah. Tak layak seseorang menunda pernikahan dengan alasan studi atau karirnya,demikian dikatakan oleh para ulama. Bila telah memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menikah maka janganlah menundanya.

Banyak berbuat ketaatan dan menjauhi maksiat
Dengan bertaqwa seseorang akan mendapatkan kemudahan dalam segala persoalan.
Sebagaimana firman AllahTa’aala,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
“…Barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.” (QS Ath-Thalaq : 2)
Allah Subhanahu wa Ta’aala juga berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
“…Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Alloh niscaya Alloh menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS Ath-Thalaq : 4)
Masalah jodoh salah satunya. Teruslah berbuat kataatan kepada Allah dan meninggalkan maksiat karenaNya semata, niscaya Allah akan memudahkan segala urusan kita. Di antara kemaksiatan yang mesti ditinggalkan adalah aktivitas pacaran yang merupakan sarana menuju dosa besar yaitu perzinaan. Sabarkan diri untuk taat kepada Allah, jangan pedulikan banyaknya orang yang berbuat kemaksiatan ini. Percayalah total kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala, karena hanya Dialah yang mampu memudahkan segala urusan. InsyaAllah jodoh yang terbaik akan Allah berikan pada kita.
Semakin tinggi tingkat kemapanan seorang laki-laki, maka peluang dia mendapatkan jodoh akan semakin mudah. Walaupun usia sudah agak tua, range usia wanita yang mudah untuk dinikahinya semakin besar. Misalkan laki-laki itu usianya 35 tahun belum punya istri, maka wanita yang dapat dinikahinya dari mulai usia 18 sampai 35. Atau bahkan lebih tua dikit.
Ini sangat berbanding terbalik dengan wanita !
Ketika semakin tinggi kemapanan seorang wanita, maka akan makin sedikit range pria yang akan menikahinya. Alasannya adalah bahwa di negara kita ini, para pria akan keder atau minder untuk menikahinya. Sementara jumlah lelaki yang bisa menikahinya cenderung yang posisi dan kemapanannya lebih tinggi dari perempuan ini.
Ini sekaligus jawaban secara umum mengapa wanita karir banyak yang sampai usia tua belum menikah
ini sekaligus jawaban secara umum mengapa wanita karir banyak yang sampai usia tua belum menikah
Contohnya ada seorang wanita yang mimilki jabatan tinggi dalam perusahaan, maka yang pede untuk mendekatinya hanya yang poisis dan jabatannya lebih tinggi.
Perempuan yang memiliki posisi tinggi juga biasanya cenderung untuk mencari suami yang posisinya lebih tinggi darinya. Jarang yang akan mau didekati oleh lelaki yang berada di bawahnya.
Masalah yang timbul adalah bagi wanita adalah jika usianya sudah tidak muda. Harapan untuk mendapatkan suami yang posisinya lebih tinggi sangan sedikit karena yang berada di atas kemapanannya juga makin sedikit.
Sementara walaupun ada wanita dengan posisi tinggi, seorang laki-laki yang juga memiliki posisi tinggi cenderung akan memilih wanita yang usianya lebih muda.

> Taken from :: Berbagai Sumber

♥ PahaLa ibadah ShaLat Tarawih di Bulan Puasa ♥


MaLam ke-1 ::
"ALLAH menghapus dosa anda, seperti anda baru lahir dari perut sang Ibu."

MaLam ke-2 ::
"ALLAH menghapuskan dosa anda dan kedua orang tua anda, bila mereka mukmin."

MaLam ke-3 ::
"Malaikat dari Arsy memohon kepada ALLAH agar diterima ibadah anda, serta dihapuskan dosa-dosa anda yang telah lewat."

MaLam ke-4 ::
"Diberikan pahala kepada anda sebagaimana pahala orang-orang yang telah membaca Al-Qur'an, Taurat, Injil, dan Zabur."

MaLam ke-5 ::
"Diberikan pahala kepada anda sebagaimana pahala mereka yang menjalankan Shalat di Masjidil Haram Mekkah, Masjid Nabawi Madinah, serta Masjidil Aqsa Jarussalem."

Malam ke-6 ::
"Diberikan pahala kepada anda sebagaimana pahala mereka yang tTawaf di Baitul Makmur, serta seluruh batu dan bata pada banguna itu meminta ampunan atas dosa-dosa anda."

MaLam ke-7 ::
"Diberikan pahala kepada anda seperti pahala orang yang ikut Nabi Musa AS melawan fir'aun dan haman."

MaLam ke-8 ::
"Diberikan pahala kepada anda seperti ALLAH memberikan pahala kepada Nabi Ibrahim AS."

maLam ke-9 ::
"ALLAH akan memberikan pahala kepada anda sesuai dengan ibadah seorang NAbi."

MaLam ke-10 ::
"ALLAH akan memberikan kebahagiaan didunia dan akhirat."

MaLam ke-11 ::
"Akan dihapuskan dosa anda bila anda meninggal, seperti baru keluar dari perut Ibu."

MaLam ke-12 ::
"Pada hari Kiamat, anda akan bangkit dengan muka cemerlang seperti bulan."

MaLam ke-13 ::
"Pada hari Kiamat, anda akan bebas dari ketakutan yang membuat manusia bersedih."

MaLam ke-14 ::
"para Malaikat memberi kesaksian Shalat Tarawih anda, dan ALLAH tidak menghisab anda lagi."

MaLam ke-15 ::
"Anda akan menerima Selawat dari para MAlaikat, termasuk Malaikat penjaga Arsy dan Kursi."

MaLam ke-16 ::
"Anda akan mendapat tulisan "SELAMAT" dari ALLAH, anda bebas dari masuk surga dan Lepas dari api neraka."

MaLam ke-17 ::
"ALLAH akan memberi pahala kepada anda sesuai pahala para Nabi."

MaLam ke-18 ::
"Malaikat akan memohon kepada ALLAH agar anda dan orang tua ada selalu mendapat restu."

MaLam ke-19 ::
"ALLAH akan mengangkat derajat anda ke Firdaus (surga yang tertinggi)"

MaLam ke-20 ::
"Diberikan pahala kepada anda sesuai pahala para Syuhada dan Shalihin."

MaLam ke-21 ::
"ALLAH akan membuatkan sebuah bangunan dari cahaya untuk anda di surga."

MaLam ke-22 ::
"Anda akan merasa nyaman dan bahagia pada hari Kiamat karena anda Terhindar dari rasa Takut yang amat sangat."


MaLam ke-23 ::
"ALLAH akan membuatkan sebuah kota untuk anda di surga."

maLam ke-24 ::
"ALLAH akan mengabulkan 24 permohonan anda selagi anda masih hidup di dunia."

MaLam ke-25 ::
"Anda akan bebas dari siksa kubur."

MaLam ke-26 ::
"ALLAH akan mengangkat derajat amal kebaikan anda sebagaimana derajt amal kebaikan anda selama 40 tahun."

MaLam ke-27 ::
"Anda akan secepat kilat melewati Siratal Mustaqim."

MaLam ke-28 ::
"Dinaikkan derajat anda 1000 kali lipat oleh ALLAH didalam surga kelak."

MaLam ke-29 ::
"ALLAH akan memberi pahala kepada anda seperti anda menjalani ibadah Haji 1000 kali yang diterima ALLAh (Haji Mabrur)."

MaLAm ke-30 ::
"ALLAH akan memerintahkan anda untuk memakan semua buah di surga, minum air Kautsar, dan mandi air Salsabil (air surga)."


> taken from :: berbagai sumber

Kamis, 21 Juli 2011

Kisah Ya'juj ma'juj (kiamat akan datang setelah kedatangan makhluk ini)

Saat menjelang wafat, Nabi Nuh a.s memanggil anak-anaknya untuk menghadap beliau. Maka Sam a.s segera datang menemuinya, namun kedua saudaranya tidak muncul yaitu Ham dan Yafits. Akibat dari ketidakpatuhan Ham dan Yafits, Allah kemudian menurunkan ganjaran kepada mereka. Yafits yang tidak datang karena lebih memilih berdua dengan istrinya (berhubungan suami istri) kemudian melahirkan anak bernama Sannaf. Kelak kemudian Sannaf menurunkan anak yang ganjil. Ketika dilahirkan, keluar sekaligus anak-anak dalam wujud kurang sempurna. Selain itu ukuran besar dan bobot masing-masing juga berbeda, ada yang fisiknya besar sedangkan lainnya kecil. Untuk selanjutnya yang besar kemudian terus tumbuh hingga melebihi ukuran normal (raksasa), sebaliknya yang bertubuh kecil terus kecil seperti liliput. Mereka kemudian dikenal sebagai Ya’juj dan Ma’juj.

Selain wujudnya yang ganjil, Ya’juj dan Ma’juj mempunyai nafsu makan yang melebihi normal. Padahal bilamana mereka makan tumbuhan tertentu maka tumbuhan itu akan berhenti tumbuh sampai kemudian mati. Demikian pula bila minum air dari suatu tempat maka airnya tidak akan bertambah lagi. Sehingga banyak sumber-sumber air dan sungai menjadi kering karenanya. Masyarakat di sekitar mereka pun harus menanggung dampaknya yaitu krisis pangan dan air.

Karena interaksi sosial yang tidak kondusif akibat masalah yang dibawa oleh Ya’juj dan Ma’juj ini maka mereka kemudian cenderung mengisolasi diri di suatu celah gunung di tengah-tengah komunitas induk bangsa-bangsa keturunan Yafits lainnya, yang antara lain meliputi bangsa: Armenia, Rusia/Slavia, Romawi dan Turk di wilayah-wilayah luas seputar Laut Hitam. Namun bilamana mereka membutuhkan makan dan minum, akan keluar secara serentak bersama-sama ke daerah-daerah sekitarnya yang masih belum tersentuh oleh mereka sebelumnya. Karena kondisi fisiknya, mereka mampu menempuh perjalanan jauh dalam waktu relatif lebih pendek dibandingkan oleh manusia normal. Bagi golongan raksasa karena mereka mampu melangkah dengan jangkauan lebar sedangkan golongan liliput adalah karena sedemikian ringan bobotnya terhadap gravitasi bumi sehingga bila berjalan sangat cepat seperti meluncur bersama angin.
Pada puncak keresahan masyarakat pada masa itu, Allah SWT kemudian mengutus salah satu hambaNya yang berkulit kehitaman (tetapi bukan termasuk ras negro) dengan dua benjolan kecil (tidak bertulang tanduk) di kedua sisi keningnya yang sebenarnya lebih sering tak tampak karena tertutupi oleh surbannya yaitu Nabi Dzul Qarnain a.s untuk menghadang laju Ya’juj dan Ma’juj yang telah menimbulkan kerusakan alam yang akan terus bertambah luas.

"Berilah Aku potongan-potongan besi," hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua puncak gunung itu, berkatalah dzulqarnain,"Tiuplah (api itu)," Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata,"Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu."
–Quran surat Al Kahfi: 96-

Sesuai petunjuk Allah, Nabi Dzul Qarnain a.s kemudian mengajak masyarakat di sekitar lokasi tempat tinggal Ya’juj dan Ma’juj untuk bersama-sama membuat dinding tembaga dan besi yang akan menutup satu-satunya lubang keluar masuk mereka. Setelah selesai, masyarakat yang sebelumnya tinggal di dekat dinding diajak untuk meninggalkan lokasi yang sudah kering tanpa air dan tumbuhan tersebut menuju ke tempat lain yang lebih layak untuk di huni.
"Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya." -Quran surat Al Kahfi:
97-  

Ya’juj dan Ma’juj yang telah terkurung terus berupaya membuka dinding logam tersebut dengan segala cara, bahkan dengan menjilatinya karena mereka tahu bahwa benda apapun yang mereka sentuh dengan mulutnya akan berhenti tumbuh/bertambah, kering atau tergerus. Cara ini mampu membuat bagian-bagian dinding yang mereka sentuh menjadi tipis. Namun setiap kali akan berlubang, Allah mengembalikan lagi kondisinya seperti semula. Untuk bertahan hidup selama terkurung di balik dinding, Allah menumbuhkan sejenis lumut, sebagai satu-satunya tumbuhan yang dapat terus tumbuh dan justru makin bertambah banyak setiap kali dimakan oleh masyarakat Ya’juj dan Ma’juj.
"Dzulqarnain berkata,"Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh, dan janji Tuhanku itu adalah benar." -Quran surat Al Kahfi: 98-

Allah SWT juga mewahyukan kepada Nabi Dzul Qarnain a.s bahwa dinding itu akan terjaga dan baru akan terbuka bila saatnya tiba yaitu kelak menjelang datangnya Hari Kiamat. Kemudian Allah menjadikan gaib (tidak terlihat) lokasi dinding tersebut.
"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi." -Quran Surat Al Anbiyaa: 96-
Mereka berusaha untuk keluar dengan berbagai cara, hingga sampai saat matahari akan terbenam mereka telah dapat membuat sebuah lobang kecil untuk keluar. Lalu pemimpinnya berkata,'Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini." Namun keesokkan harinya lubang kecil itu sudah tertutup kembali seperti sedia kala atas kehendak Allah. Mereka pun bingung tetapi mereka bekerja kembali untuk membuat lubang untuk keluar. Demikian kejadian tersebuat terjadi berulang-ulang. Hingga kelak menjelang Kiamat, di akhir sore setelah membuat lubang kecil pemimpin mereka berkata,“InsyaAllah, Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini.” Maka keesokan paginya lubang kecil itu masih tetap ada, kemudian terbukalah dinding tersebut sekaligus kegaibannya dari penglihatan masyarakat luar sebelumnya. Dan Kaum Ya’juj dan Ma’juj yang selama ribuan tahun terkurung telah berkembang pesat jumlahnya akan turun bagaikan air bah memuaskan nafsu makan dan minumnya di segala tempat yang dapat mereka jangkau di bumi.
Pada saat Ya'juj dan Ma'juj menyerang pada saat mendekati kiamat nanti dan saat itu masyarakat muslim termasuk Nabi Isa a.s yang telah terpojok di sebuah gunung (tur). Nabi Isa dan Umat muslim lalu bersama-sama berdoa kepada Allah agar terhindar dari masalah akibat perbuatan Ya’juj dan Ma’juj. Kemudian Allah SWT memerintahkan ulat-ulat yang tiba-tiba menembus keluar dari tengkuk Ya’juj dan Ma’juj yang langsung mengakibatkan kematian mereka secara serentak. WaAllahu 'Alam.
Dari berbagai sumber. 

Taken from:







Sabtu, 09 Juli 2011

Surat Cinta dari Allah SWT



engkau bangun AKU tahu, engkau mandi AKU tahu, engkau
makan AKU tahu, engkau kerja AKU tahu, engkau tidur
AKU tahu, sampai engkau matipun AKU tahu.. tapi selama hidupmu apakah engkau mau tahu kalau AKU SELALU TAHU ?

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ...........

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja

AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu..
AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru...

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU..
Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya ............ .

Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan..
Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan.
Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU .........

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatah pun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu. AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu.

Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU ........ Tapi yang KU tunggu ........ tak kunjung tiba ........ tak juga kau menyapaKU.

Subuh........ Dzuhur ....... Ashyar .......... Magrib .......... Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU ..... tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a,dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU ..........

Apa salahKU padamu ...... wahai hambaKU????? Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU ............. !!!!!!!
Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud menghadap KU ...... Yang selalu menyertaimu setiap saat ............ ...


Yang Slalu
Mengasihimu,

Allah SWT ......

Note: apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang lain yang kau sayangi??? Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH semata."

taken from:
http://jackprise.blogspot.com/2010/04/19-surat-cinta-dari-allah-swt.html
 
♥ Rachmawaty ♥ Blogger Template by Ipietoon Blogger Template